GORONTALO, KOMPAS.com — Banyak negara asing yang
tidak senang jika Indonesia mengalami kemajuan pesat di bidang sains dan
teknologi. Oleh karena itu, mereka dengan segala cara mencegah
Indonesia untuk maju.
Demikian dikatakan anggota Akademi Ilmu
Pengetahuan Indonesia (AIPI), Ary Mochtar Pedju, saat memberikan kuliah
umum di Universitas Negeri Gorontalo, Senin (20/2/2012), di Gorontalo.
Kuliah
umum tersebut diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo. ”Bagaimana seandainya
industri pesawat terbang kita yang dikembangkan BJ Habibie terus
berkembang sampai sekarang? Pasti Indonesia akan disegani dalam dunia
penerbangan karena sudah mampu memproduksi pesawat terbang sendiri,”
kata Ary di depan ratusan mahasiswa.
Ary menambahkan, seandainya
industri pesawat terbang dalam negeri terus berkembang, banyak negara
asing yang tidak akan suka. Negara-negara itu terutama adalah produsen
pesawat terbang.
”Perlu kesungguhan dan kekompakan dari segala
sektor untuk mengembangkan sains dan teknologi dalam negeri, seperti
kesungguhan politik, kestabilan ekonomi, dan situasi yang stabil,” ucap
Ary.
Ary membandingkan kemajuan pesat yang dialami China. Hal itu
salah satunya disebabkan seluruh rakyat dan pemimpin China bersatu padu
mendukung pengembangan sains dan teknologi. Di Indonesia, pengembangan
sains dan teknologi bisa terhambat hanya gara-gara latar belakang
politik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar