Jumat, 24 Februari 2012

ayo belajar tata surya! jagad raya mengagumkan kawan

TATA SURYA BARU NIH..
 
NASA Ilustrasi tata surya dan planet hasil temuan terbaru Kepler.
CALIFORNIA, KOMPAS.com — Sejumlah 11 tata surya baru yang memiliki jumlah total 26 planet ditemukan. Penemuan dideskripsikan di empat karya tulis berbeda di Astrophysical Journal dan Monthly Notice of the Royal Astronomical Society bulan ini.

Penemuan bisa dilakukan berkat jasa wahana antariksa Kepler. Dengan penemuan ini, Kepler telah mengonfirmasi 61 planet dan menemukan 2.300 kandidat planet. Penemuan sekaligus menegaskan bahwa Bimasakti dipadati tata surya dan planet.

Tata surya yang berhasil ditemukan disebut Kepler 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, dan 33. Tiap-tiap tata surya punya dua sampai lima planet. Jarak planet dengan bintang di tiap tata surya relatif dekat dengan waktu orbit berkisar dari 6-143 hari.

Lima tata surya (Kepler 25, 27, 30, 31, dan 33) punya dua planet. Satu kali revolusi planet terluar sama dengan dua kali revolusi planet terdalam. Empat tata surya lain (Kepler 23, 24, 28, 32) punya dua planet. Planet terluar mengorbit bintang dengan waktu tiga kali lebih lama dari planet terdalam.

Tata surya yang memiliki planet terbanyak adalah Kepler 33. Bintang pada tata surya ini lebih tua dan masif dibandingkan Matahari serta memiliki planet yang jarak orbitnya relatif dekat.

Ukuran planet yang terdapat di 11 tata surya tersebut bervariasi, antara seukuran Bumi hingga lebih besar dari Jupiter. Namun, masih harus diteliti lagi apakah planet tersebut merupakan planet batuan seperti Bumi dan memiliki atmosfer.

Tata surya dan planet ditemukan dengan metode planet transit, yakni melihat kedipan cahaya bintang akibat adanya planet yang lewat di mukanya. Verifikasi planet dilakukan dengan teknik variasi waktu transit.

Sejumlah peneliti yang terlibat penemuan ini adalah Eric Ford dari Universitas Florida, Dan Fabrycky dari Universitas California, Jason Steffen dari Fermilab Center for Particle Astrophysics, dan Jack Lissauer dari NASA.



RAHASIA LINGKUNGAN LUAR ANGKASA TERKUAK
 
NASA Planet pengembara dalam ilustrasi rekaan NASA
TEXAS, KOMPAS.com — Rahasia lingkungan di luar Tata Surya sedikit terungkap setelah beberapa ilmuwan menemukan bahwa lingkungan di luar pengaruh Matahari berbeda, serta jauh lebih aneh dari yang dibayangkan.

Perbedaannya adalah pada jumlah oksigen. Ada lebih banyak oksigen yang terdapat di Tata Surya daripada di interstellar atau wilayah antarbintang.

Ilmuwan belum mengetahui sebabnya. Namun, ada kemungkinan materi yang mendukung kehidupan tersembunyi di debu atau es angkasa.

"Kami menguak teka-teki besar bahwa material di luar Tata Surya berbeda dengan yang ada di dalam," kata David McComas dari Southwest Research Institute, Texas, seperti dikutip AP, Selasa (31/1/2012).

Terkuaknya teka-teki ini tak lepas dari jasa wahana antariksa Interstellar Boundary Explorer (Ibex), yang diluncurkan tahun 2008. Wahana antariksa itu diutus untuk mempelajari lingkungan batas Tata Surya di mana aliran partikel dari Matahari bertumbukan dengan gas dingin di area antarbintang.

Mengelilingi dari jarak 320.000 km di atas Bumi, Ibex mendeteksi partikel yang mengalir ke Tata Surya. Gelembung pelindung yang mengelilingi Matahari dan planet mencegah radiasi kosmik masuk, tetapi partikel netral bisa lewat dengan mudah sehingga Ibex bisa mengetahui distribusinya.

Meski lingkungan luar Tata Surya memiliki oksigen lebih sedikit, hal ini tak selayaknya menjadi alasan dihentikannya pencarian planet mirip Bumi.

Geoff Marcy dari Universitas California Berkeley mengatakan, ada banyak oksigen di bintang lain dalam wilayah Bimasakti dan di luar wilayah tempat biasa terbentuk bintang dan planet.

Ilmuwan juga masih bisa berharap pada hasil penelitian wahana antariksa Voyager yang diluncurkan tahun 1977 dan mengeksplorasi perbatasan Tata Surya sejak 2004. Dalam beberapa bulan lagi, Voyager akan memasuki wilayah antarbintang dan siap menguak rahasia lain



Daftar 10 Nama-nama Planet Tata Surya Terbaru Galaksi Bima Sakti

Daftar 10 Nama-nama Planet Tata Surya 
Terbaru Galaksi Bima Sakti
Daftar 10 Nama-nama Planet Tata Surya Terbaru Galaksi Bima Sakti - Tim Astronomi internasional yang dipimpin oleh ilmuwan dari Selandia Baru yang berasal dari Universitas Massey, Wellington, Australia berhasil mengungkap penemuan 10 Planet baru di Galaksi Bima Sakti dengan menggunakan sebuah perangkat lunak (software) di Universitas Massey. Kesepuluh pelanet baru tersebut mengambang di galaksi angkasa bima sakti. Menurut Ian Bond, seorang Astro Fisika, planet-planet itu diyakini berjarak sekitar dua-pertiga dari pusat galaksi atau sekitar 25.000 tahun cahaya. Sedangkan ukuran dari ke sepuluh pelanet baru ini hampir sama dengan besar ukuran planet Jupiter.

10 planet ini, jika dilihat dengan menggunakan mata pelanjang alias tanpa menggunakan teropong bintang, planet-planet yang kesepuluh ini akan menjadi gelap gulita karena planet tersebut tidak memancarkan cahaya. Planet baru ini bisa saja dikeluarkan dari sistem surya karena pertemuan gravitasi yang dekat degan planet lain atau bintang. Kemungkinan besar planet ini baru tumbuh dari keruntuhan bola gas dan debu, tapi tidak memiliki massa untuk menyalakan bahan bakar dan menghasilkan cahaya bintang sendiri.

Daftar 9 Nama-nama Planet Tata Surya baik nama planet terkecil maupun nama planet terbesar atau yang paling besar yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto. Dari kesembilan planet tersebut ylanet Yupiter merupakan planet yang paling terbesar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar